Valorant – Apakah Cukup Hanya 1x Bermain Untuk Mengenal ?

Valorant – Apakah Cukup Hanya 1x Bermain Untuk Mengenal ?

Halo. Semuanya. Kali ini saya akan mencoba menceritakan pengalaman saya ketika memainkan salah satu game yang sedang ramai diperbicangkan. Valorant, menjadi nama yang sering kali diperbicangkan belakangan ini, bukan hanya karena game tersebut merupakan game baru, tetapi karena mekanisme gamenya yang terbilang unik. Seperti apa mekanisme yang menurut saya unik tersebut ?

Sebelum kepada pembahasan mengenai pengalaman saya memainkan game ini, berikut sedikit informasi mengenai Valorant sendiri, merupakan game yang pada awalnya diperkenalkan dengan Codename Project A, hingga pada akhirnya dirilis pada 2 Juni 2020 dengan nama Valorant. Memiliki Developer sekaligus Publisher yang sama yaitu Riot Games.

Game dibuka dengan sebuah latihan mengenai kontrol yang ada pada game, pada tahapan ini saya sendiri tidak merasakan ada yang aneh, dikarenakan dari tombol-tombol gamenya sendiri sama seperti game-game FPS kebanyakan, hanya saja ditambahkan beberapa tombol untuk abilities. Selain diperkenalkan dengan tombol-tombol yang ada pada game ini, disini kita juga diperkenalkan dengan berbagai macam senjata yang nantinya dapat kalian gunakan, saya sarankan untuk mencoba semua senjata yang tersedia sebelum menyelesaikan latihan, dikarenakan tiap-tiap senjata memiliki karakteristiknya sendiri.

Main Menu Valorant

Ketika sudah menyelesaikan proses pengenalan dari game ini, kita langsung dikirim kebagian Home menu dari Valorant, dan tentu saja terdapat beberapa hal yang membuat saya bingung mulai dari bagian misi yang ada dibagian kiri, sampai dengan bagian Career yang saya pikir game ini memiliki Story Mode. Untuk penjelasan tiap-tiap bagian yang ada pada Home Menu, kemungkinan saya akan coba tuliskan untuk postingan kedepan, jadi silakan untuk ditunggu saja.

List Agent Valorant

Pada game ini terdapat 11 karakter atau yang disebut agent dengan tiap-tiap abilities atau kemampuan yang berbeda, mulai dari yang dapat melakukan penyembuhan untuk teman satu team, melemparkan sebuah bom asap beracun, sampai dengan yang dapat menempelkan perangkap dimana ketika musuh melewatinya maka akan terdeteksi di map, perbedaan kemampuan dari tiap agent tentu saja bukan tanpa tujuan, hal ini tentu dibuat agar permainan lebih kompleks, dimana dalam satu tim umumnya ada satu karakter yang dapat melemparkan bom asap untuk menutupi pandangan musuh, dan satu orang yang bertugas sebagai healer.

Weapon List Valorant

Masuk bagian persenjataan, sebenarnya saya sendiri tidak melihat senjata yang terlalu aneh pada game ini, hanya beberapa senjata yang sebelumnya saya temui tanpa dilengkapi scope ataupun iron sight kini dapat kalian temui pada game ini, sehingga kalian dapat menggunakan ADS sebagai cara untuk menembak musuh kalian, walaupun tidak ada yang begitu aneh pada persenjataanya, tetapi tipe-tipe senjata pada game ini sudah lengkap menurut saya sendiri, mulai dari Handgun, SMG, Rifle, Shotgun, Sniper Rifle, sampai dengan Machine Gun.

Weapon with ADS Valorant

Seperti yang saya bilang sebelumnya, bahwa masing-masing dari tipe senjata yang ada memiliki cara bermainnya sendiri, seperti pada salah satu SMG ketika kalian menggunakan ADS maka mode tembak berubah menjadi burst mode, ada juga senjata pada Rifle yang memiliki tipe tembakan single baik pada saat menggunakan ADS maupun tidak, itulah kenapa saya sarankan untuk mencoba semua jenis senjata pada saat melakukan latihan diawal permainan.

Mode Valorant

Selanjutnya adalah mode yang ada pada gamenya sendiri, sampai dengan postingan ini ditulis 07 April 2020 hanya terdapat 1 mode yaitu dapat dikatakan “Bomb Mission”, namun dikarenakan nama Bomb yang ada pada game ini Spike, mungkin yang lebih cocok adalah “Spike Mission”. Mode antara Defender dan Attacker ini sendiri terbagi lagi menjadi 2, yang pertama bernama Unrated yang memilik kondisi seperti game kebanyakan dimana Attacker bertujuan untuk melakukan pemasangan bomb dan meledakannya, atau membunuh semua Defender.

Sedangkan untuk Defender sendiri memiliki tujuan untuk mencegah bomb meledak atau membunuh semua Attacker, yang berjalan hingga salah satu team dapat mencapai kemenangan 13 Round, perlu saya tambahkan bawah pada Round ke 6 atau 7 akan terjadi perpindahan side, dimana Attacker akan menjadi Defender, dan begitupun sebaliknya. Hal ini yang membuat kita harus bermain baik sebagai Attacker maupun Defender.

in Mode Valorant

Selanjutnya adalah mode dengan nama Spike Rush, tidak jauh berbeda dengan kondisi sebelumnya, yang berbeda hanyalah bahwa kita tidak diberi wewenang untuk membeli senjata, karena senjata yang digunakan akan ditentukan oleh system, dan kondisi yang harus dicapai untuk memenangkan match adalah salah satu tim yang berhasil memenangkan 4 Round terlebih dahulu, jangan lupakan akan terjadi pergantian side pada round ke 2.

Hingga kini jujur saya sendiri masih menantikan adanya mode Death Match pada game satu ini, selain untuk melakukan latihan menembak tentunya mode ini menjadi salah satu mode yang dapat membuat permainan satu ini bertambah seru.

in Match Valorant with Viper

Memulai matchmaking untuk game pertama hingga kelima saya sendiri masih sangat butuh penyesuaian, walaupun pada mode latihan saya telah mencoba semua senjata kecuali Heavy ( karena saya kurang menyukai jenis senjata satu ini ), ternyata saya masih belum bisa mendapatkan kill diatas 10, dan tentu saja untuk death telah lebih dari 15. Hal yang rumit bagi saya adalah bagaimana fase pada game ini benar-benar cepat, sedangkan untuk game mekaniknya sendiri terbilang lambat, seperti karakter kalian akan melambat pergerakannya ketika terkena hit, animasi pergantian senjata yang lumayan lama, dan langkah kaki karakter kalian maupun musuh terdengar dengan sangat jelas, sehingga kalian harus berjalan lambat agar suara karakter kalian tidak terdengar oleh musuh, namun terkadang meskipun sudah menekan Shift ( untuk berjalan lambat ) jika medan tempat kalian berjalan adalah pasir langkah tersebut terkadang tetap dapat terdengar oleh musuh kalian.

Masuk pada matchmaking keenam, saya sudah mulai dapat menyesuaikan terhadap tipe permainan dari game satu ini, sudah mulai mengerti bagaimana untuk membunuh musuh dari belakang, dan penggunaan abilities dari tiap-tiap agent, namun tetap saja terkadang saya menjadi ‘rusuh’ dikarenakan fase dari game ini sendiri yang seolah-olah menyuruh saya untuk cepat-cepat, dan mengakibatkan langkah kaki saya terdengar oleh musuh.

Hal yang saya kurang suka dari game ini adalah terkait matchmakingnya, bukan terhadap waktu matchmakingnya, karena waktu untuk pencarian musuh dan team terbilang cepat, hingga saat ini saya masih memainkan permainan satu ini, untuk waktu matchmakingnya sendiri hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit, tetapi terhadap komposisi pemain dari lawan maupun kawan, karena terkadang semua pemain pada team saya seperti mereka yang baru pertama kali memainkan permainan ini, sedangkan musuh seperti para pemain yang telah mengenal betul mekanik dari game satu ini.

Battle Pas Valorant

Terakhir yang saya akan coba bahas adalah tentang aksesoris yang ada pada game ini, yang menjadi daya tarik saya tentu saja untuk skin senjatanya, terutama skin yang ada pada “battle passnya” benar-benar terlihat simple tetapi dalam satu waktu benar-benar keren, dan ini jugalah yang membuat saya mulai ada ketertarikan untuk sedikit mengeluarkan uang agar bisa menggunakan skin senjata yang membuat mata saya memperhatikannya secara detail. Untuk agent sendiri saya belum tau cara untuk mengganti skin, lebih tepatnya saya belum tau apakah tiap-tiap agent memiliki skin alternatif atau tidak.

Sebelum penutup saya hanya ingin bilang bahwa untuk mendapatkan agent yang masih terkunci ternyata tidak terlalu susah, kalian hanya harus menyelesaikan misi yang ada tiap harinya untuk mendapatkan EXP, dan EXP inilah yang akhirnya dapat membuka agent yang ingin kalian coba mainkan.

Hingga total kurang lebih 20 match saya telah memainkan permainan satu ini, jujur mulai terbesit untuk melakukan beberapa pembelian dalam game seperti yang saya sudah bilang sebelumnya, sedangkan dari gamenya sendiri saya masih belum merasakan bosan, karena mungkin ini merupakan sebuah tipe game baru untuk diri saya sendiri, sebuah game dengan fase cepat namun digabungkan dengan mekanik game yang lambat, anehnya hal ini dapat menjadi keseruan untuk diri saya sendiri. Terkait abilities yang ada pada setiap agent pun menjadi hal yang saya ingin coba, karena hingga saat ini saya belum membuka semua agent tersebut, dan yang terakhir adalah bahwa saya pikir masih banyak strategi yang masih saya belum ketahui untuk dapat memenangkan permainan.

Valorant – Apakah Cukup Hanya 1x Bermain Untuk Mengenal ? Valorant – Apakah Cukup Hanya 1x Bermain Untuk Mengenal ? Reviewed by Raihan Dzulfikri on June 09, 2020 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.